Lewati ke konten utama

Cara menemukan celah konten yang belum dimanfaatkan pesaing kamu

Temukan celah konten yang dilewatkan kompetitor dan ubah jadi ide konten nyata berbasis data.

Ditulis oleh Diana Gogolan

Saat kompetitor membanjiri feed, mudah untuk langsung memilih "lakukan saja apa yang dilakukan semua orang." Cara lebih cepat untuk berkembang justru sebaliknya: temukan apa yang tidak rutin dilakukan kompetitor kamu lalu manfaatkan celah itu untuk menarik perhatian.

Content gap adalah topik, format, atau sudut pandang yang:

  • audiens kamu jelas merespons (atau aktif mencarinya), tapi

  • kompetitor kamu jarang menerbitkan, atau

  • kompetitor menerbitkan secara tidak konsisten, atau

  • kompetitor menerbitkan, tapi tidak berperforma (artinya ada peluang untuk melakukannya lebih baik)

💡 Panduan ini relevan untuk dua situasi umum:

  • Buktikan nilai secara cepat: kamu butuh jawaban pasti dan cepat untuk atasan (“Kita ada di posisi mana dan apa langkah selanjutnya?”)

  • Tutup celah peliputan: kamu perlu menambal blind spot di laporan/alat kamu (“Apa yang kurang dibanding kompetitor dan apa yang harus ditambah?”)

Pilih "set perbandingan" agar hasil kamu kredibel

Content gap hanya berarti jika dibandingkan dengan siapa yang kamu perebutkan perhatian.

Di Socialinsider, langkah ini jadi setup yang bisa kamu gunakan berulang:

  • Buat atau buka proyek lalu tambahkan brand kamu + kompetitor yang ingin kamu pantau

  • Jaga perbandingan tetap jelas: analisis satu platform dalam satu waktu (Instagram vs Instagram, LinkedIn vs LinkedIn)

  • Kalau kamu melapor ke stakeholder, simpan set yang sama agar update bulananmu konsisten

Ini contoh untuk proyek Otomotif yang terdiri dari 2 brand 👇

Gunakan salah satu set ini:

  • Pesaing langsung - produk sama, audiens sama

  • Pesaing perhatian - produk berbeda, tapi audiens dan feed sama

  • Pemimpin aspirasi - brand yang mau kamu jadikan benchmark

🌟 Cek hasil: kalau set pesaing kamu salah, "gap"-nya jadi tidak relevan. Kalau benar, kamu dapat daftar yang bisa dipertahankan di rapat.

Langkah 1: Temukan tema yang “terlalu ramai” vs “kurang dimiliki”

Kamu cari dua sinyal ini:

  1. Apa yang diulang pesaing - tema yang ramai

  2. Apa yang jarang disentuh pesaing - tema yang kurang dimiliki

Di Socialinsider, kamu bisa menemukan ini lebih cepat dengan menggunakan:

  • Benchmarking - untuk membandingkan volume postingan dan performa antar brand

  • Pilar Konten - untuk melihat tema apa saja yang dibahas tiap brand dan seberapa sering

Apa yang perlu dicari (pola sederhana)

  • Tema yang ramai = banyak kompetitor sering membahasnya → sulit untuk menonjol

  • Tema yang kurang dimiliki = sangat sedikit kompetitor yang membahasnya → lebih mudah untuk mendominasi (jika audiens kamu peduli)

Calon celah yang bagus biasanya seperti ini: kompetitor kamu jarang membahas tema tersebut, tapi saat muncul, tema itu mendapatkan engagement di atas rata-rata dan sangat selaras dengan narasi produk, bukti, atau pertanyaan yang sering ditanyakan pelanggan.

Langkah 2: Validasi celah dengan performa (bukan opini)

Celah tidak selalu bernilai hanya karena kosong. Celah jadi bernilai jika kosong dan bisa dimenangkan.

Validasi dengan:

  • Sinyal engagement - apa yang benar-benar direspons audiens

  • Sinyal konsistensi - apa yang terus diulang dari waktu ke waktu dibanding lonjakan sesaat

  • Sinyal format - jenis konten mana yang paling efektif menyampaikan pesan

Di Socialinsider, validasi setiap tema celah dengan mengecek:

  • Brand mana yang mendapatkan hasil terbaik di Benchmarks (supaya kamu tahu seperti apa standar “bagus” itu)

  • Tema mana saja yang muncul (atau tidak) di Content Pillars (biar kamu bisa melihat peluang kosong)

  • Postingan dengan performa terbaik di setiap profil (supaya kamu bisa memastikan pola kreatif di balik angka)

Validasi “3 pertanyaan”

Untuk setiap tema gap yang kamu cantumkan, jawab:

  1. Apakah tema ini ada di konten kompetitor? Kalau ada, siapa yang melakukannya dan seberapa sering?

  2. Saat tema ini muncul, apakah hasilnya bagus? (Lihat apakah engagement, save, share, atau komentar di atas rata-rata—apapun KPI utama kamu.)

  3. Bisa nggak kita lakukan dengan kredibel? (Kamu punya bukti, sudut pandang, cerita pelanggan, atau data?)

Kalau jawabanmu “ya” untuk #2 dan #3, tema ini layak dicoba. 🙌

Langkah 3: Ubah gap jadi rencana pengujian terfokus (2–4 minggu)

Sekarang ubah insights jadi aksi. Pastikan tetap sederhana dan terukur.

Pilih 2–3 tema gap dan tentukan:

  • Sudut pesan - apa yang akan kamu sampaikan secara berbeda

  • Format - video pendek, carousel, postingan + thread komentar, dll.

  • Frekuensi - berapa postingan per minggu

  • Sinyal kesuksesan - seperti apa hasil yang bagus

Seperti apa hasil yang bagus (supaya kamu bisa melaporkannya dengan jelas)

Saat menyajikan hasil, hindari berkata “kami posting lebih banyak.” Fokus pada hasil:

  • “Kami menemukan 3 tema yang kurang dimanfaatkan di kategori ini”

  • “Kami menguji 2 tema gap selama 3 minggu”

  • “Satu tema melampaui baseline kami sebesar X%”

  • “Kami akan fokus pada tema pemenang dan menghentikan yang performanya rendah”

Kalau kamu membuat laporan dari Socialinsider, susun update kamu seperti ini:

  • 1 grafik dari Benchmarks - posisi kamu dibanding kompetitor

  • 1 screenshot/ringkasan dari Content Pillars - tema apa yang terlalu sering atau jarang digunakan kompetitor

  • 2–3 contoh postingan - bukti apa yang berhasil dan alasannya

Kesalahan umum dan cara menghindarinya

  • Mengira “tidak ada yang posting ini” berarti “tidak ada yang peduli” → selalu validasi dengan performa

  • Membandingkan dengan kompetitor yang salah → pilih kompetitor yang benar-benar punya audiens serupa

  • Mengejar terlalu banyak tema → mulai dengan 2–3 dulu dan evaluasi

  • Mengoptimasi vanity metrics → pilih KPI yang sesuai dengan tujuan bisnismu (awareness, demand, conversions, retention)


💚 Tim kami merekomendasikan

Apakah pertanyaan Anda terjawab?